BINTANG HATIKU

dengarlah bintang hatiku..
aku akan menjagamu..
dalam hidup dan matiku..
hanya kau lah yang ku tuju..
dan teringat janji ku padamu..
suatu hari pasti akan kutepati..
aku akan menjagamu..
semampu dan sebisa ku..
walau ku tahu raga mu tak utuh..
ku terima kekurangan mu..
dan ku tak akan mengeluh..
karena bagiku engkau lah NYAWAKU..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Merger


KATA PENGANTAR


Setinggi puji sedalam syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semata atas berkat dan karunia Nya lah akhirnya salah satu tugas mata kuliah Hukum Bisnis tentang Marger.
Adapun makalah ini berisi tentang pengertian Merger, dan pengertian Merger  serta kebaikan dan kelemahannya secara khusus dijelaskan oleh kami dalam makalah ini.
Layaknya segala sesuatu yang ada di bumi ini, tidaklah ada yang sempurna. Begitu juga kiranya dengan Makalah ini, masih banyak memiliki kekurangan. Untuk itu, segala unjuk saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Agar dimasa yang akan datang kami bisa mempersembahkan yang lebih baik dan lebih berguna untuk kita semua. Akan tetapi mudah-mudahan makalah ini sedikitnya memberikan manfaat untuk kita semua.


                                                                        Medan,   November  2011


                                                                                                    Penyusun


BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Dalam beroperasi, perusahaan haruslah memiliki badan hukum tertentu agar perusahaan tersebut memiliki legalitas untuk menjalankan kegiatannya. Keberadaan badan hukum perusahaan akan melindungi perusahaan dari segala tuntutan akibat aktivitas yang dijalankannya. Karena badan hukum perusahaan memberikan kepastian berusaha, sehingga kekhawatiran atas pelanggaran hukum akan terhindar, mengingat badan hukum perusahaan memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi. Dengan memiliki badan hukum, maka perusahaan akan memenuhi kewajiban dan hak terhadap berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan, baik yang ada di dalam maupun di luar perusahaan.
Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum),teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Merger
Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
2.2 Model-model Merger
a.  Merger Horizontal
Merger Horizontal adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang bergerak dalam           bidang bisnis yang sama atau serupa.
b. Merger Vertikal
Merger Vertikal adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang bergerak dalam 1 (satu) aliran produksi terhadap produksi yang sama, yang merger dari perusahaan hulu dengan hilir. Misalnya, merger antara produsen dengan pihak supplier.
c. Merger Kon Generik
            Meger Gen Generik adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang saling berhubungan, tetapi bukan terhadap prouk yang sama seperti pada merger horizontal dan bukan pula antara perusahaan hulu dengan hilir seperti dalam merger vertical. Contoh dari merger kon genertik adalah merger antara bank dengan perusahaan leasing.


d. Merger Konglomerat
            Merger Konglomerat adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang satu sama lain tidak ada keretkaitan usaha sama sekali.
e. Meger tanpa Likuidasi
            Merger dengan likuidasi adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan di mana perusahaan yang lenyap tidak likuidasi, tetapi hak, kewajiban kontak dan lain-lain beralih secara langsung (demi hukum) kepada perusahaan yang eksis setelah merger.
f. Merger dengan Likuidasi
            Merger dengan likuidasi adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih peusahaan di mana perusahaan yang lenyap kemudian di likuidasi, untuk kemudian dilikuidasi, untuk kemudian dibereskan.
g. Merger Sederhana
            Merger sederhana ( simple merger) adalah bentuk pototipe dari merger, yaitu merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang hak dan kewajibannya dialihkan langsung kepada perusahaan yang eksis setelah merger. Jadi tanpa dilakukan likuidasi.
h. Merger Praktis
            Merge praktis adalah merger dimana 2 (dua) atau lebih perusahaan di mana dalam merger tersebut dalam deal merger tersebut tidak dilakukan pembayaran tunai terhadap harga saham perusahaan target tetapi ditukar dengan saham perusahaan premerger.
i.     Merger segitiga
Merger segitiga adalah merger di antara 2 (dua) atau lebih perusahaan di mana perusahaan merger di leburkan kedalam anak perusahaan dari perusahaan merger.

j. Merger segitiga terbalik
            Merger segitiga adalah merger diantara 2 (dua) atau lebih perusahaan dimana anak perusahaan permerger dileburkan ke dalam perusahaan target merger.
k. Merger dengan Metode Pembelian
            Merger dengan metode pembelian adalah merger diantara 2 (dua) atau lebih perusahaan dengan memakai metode akuntansi yang didasari kepada pembelian berdasarkan harga pasar dalam menilai perusahaan target.
l. Merger dengan Metode Pooling of Interest
            Merger dengan metode pooling of interest adalah merger diantara 2 (dua) atau lebih perusahaan dengan memekai metode akuntansi yang didasarkan kepada nilau buku dalam menilai perusahaan target. Dalam hal ini balace sheet di antara kedua perusahaan digabung.
2.3 Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi
Ada bberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger, yaitu :
a. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.
b. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.
c. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.
e. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
f. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
g. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).

3.4 Kelebihan dan Kekuangan Merger
a. Kelebihan Merger
            Pengambilalihan melalui merger lebih sederhan dan lebih murah dibandingkan pengambilalihan yang lain.
b. Kekurangan Merger
            Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mawar

 Berikut makna yang tersimpan di balik setiap warna:

1.Mawar Merah
Mawar merah memang paling populer di antara mawar-mawar lainnya. Hampir setiap kali si dia datang membawa mawar merah untuk yang terkasih. Mawar merah memiliki makna cinta, kecantikan, keberanian, penghormatan, keromantisan, dan ucapan selamat. Maka, mawar merah ini sangat cocok untuk menyatakan perasaan cinta seseorang. Nah, tunggu apa lagi? Sebaiknya jangan ragu apabila dia datang membawa mawar merah di hari Valentine, hal itu pertanda si dia ingin mengatakan "aku mencintaimu".

2.Mawar Putih
Mawar yang putih terlihat bersinar dan sangat cantik. Mawar putih banyak digunakan para pria untuk memuja wanita. Simbol dari jenis mawar putih ini adalah cinta sejati, kemurnian, kesungguhan, kelembutan, kesucian dan kerendahan hati. Apabila pada hari Valentine mendapat kejutkan mawar putih, berbahagialah karena artinya si dia ingin menunjukkan ketulusan cintanya.

3.Mawar Merah Muda/ Pink
Sebagai mawar favorit pilihan ke tiga, mawar merah muda ini memiliki warna yang menggemaskan, sangat menggoda dan membuat siapa pun yang menerimanya tersipu malu. Mawar pink melambangkan penghargaan, kebahagiaan, kekaguman, kelembutan, kasih sayang dan ucapan terima kasih sebagai seorang sahabat yang dekat.

Nah, bila mendapat kiriman mawar pink dari si dia, artinya si dia memiliki perasaan yang masih sebatas kagum, belum menjadi perasaan cinta mendalam. Namun jangan kecewa, ini bisa saja menjadi tanda bahwa memang si dia menyukai dan mulai mengagumi atur strategi cintanya.

4. Mawar Kuning
Mawar kuning disebut juga mawar persahabatan. Warna kuning yang tersimpan di balik keceriaannya menyimbolkan persahabatan yang sejati, kekaguman atas persahabatan, ucapan selamat datang, suatu awal yang baru dari sesuatu, kenangan indah yang tak terlupakan. Semangat persahabatan sejati tersimpan di dalam indahnya mawar kuning.

5.Mawar Oranye
Mawar ini mungkin jarang dijumpai, dan tak begitu populer. Namun pesan yang tersimpan di dalamnya begitu dalam, seolah seperti si dia ingin mengatakan "Aku ingin kamu jadi bagian di dalam hidupku." Warna oranye atau jingga menyimbolkan gelora cinta yang menggebu-gebu, kekaguman yang luar biasa, dan rasa haus akan cinta.

6. Warna Peach
Mawar peach ini juga termasuk langka dan jarang ditemui. Namun si peach ini melambangkan kedekatan. Makna yang tersimpan di dalamnya merupakan pernyataan cinta sekaligus lamaran. Biasanya mawar jingga ini diserahkan berdampingan dengan cincin yang ingin disematkan di jari sambil bertanya, “Would You marry Me?”

7.Mawar Kombinasi, rangkaian Mawar Putih dan Merah
Jika si dia memberikan rangkaian mawar putih dan merah, ini tanda cinta yang luar biasa. Si dia ingin Anda menjadi pendampingnya, orang yang selalu berada di sisinya. Kenyamanan, rasa bahagia dan kecocokan selalu ia rasakan ketika berdua. 


I LOVE WHITE ROSES..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pelayanan Dasar, Pelayanan Pra-Konseling, dan Kegiatan belajar yang Menyenangkan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Jelas sekali pentingnya membangun “suasana” dalam setiap proses pembelajaran. Suasana yang menyenangkan dan bermakna agar anak tertarik untuk mempelajari suatu hal harus dibangun dengan menyadari bahwa setiap anak adalah unik atau sebagai individu yang berbeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Atas dasar itulah kita sebagai tenaga pendidik harus mampu melayani setiap individu yang berbeda-beda. Bukannya hanya mengajar dengan penuh kreativitas tetapi juga dapat memunculkan kreativitas dari peserta didik. Untuk dapat memunculkan kreativitas yang harus disentuh bukan saja nalar atau logika tetapi juga hati dan emosi.
Oleh karena itu, penulis menulis makalah yang berjudul “Pelayanan Dasar, Pelayanan Pra-Konseling, dan Kegiatan Belajar yang Menyenangkan“. Semoga makalah ini berguna bagi para pembaca dan terutama bagi penulis.

B.     Permasalahan
Dilihat dari latar belakang penulisan makalah ini, penulis ingin menjelaskan tentang Pelayanan Dasar, Pelayanan Pra-Konseling, dan Kegiatan Belajar yang Menyenangkan. Hal inilah yang jadi permasalahan dalam makalah ini, yang mudah-mudahan dapat menjawab semua pertanyaan kita tentang bagaimana seharusnya kita dalam implementasinya ketikan kita menjadi seorang guru nantinya dalam menghadapi siswa yang berlatar belakang berbeda-beda.
C.     Tujuan penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi Pendidikan.
2.      Mampu menjelaskan tentang Pelayanan Dasar.
3.      Mampu menjelaskan tentang Pelayanan Pra-Konseling.
4.      Mampu menjelaskan tentang Kegiatan Belajar yang Menyenangkan.

D.    Manfaat Penulisan
            Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1.      Sebagai bahan pembelajaran bagi mata kuliah Profesi Pendidikan.
2.      Sebagai bahan untuk menambah wawasan mengenaiProfesi Pendidikan khususnya Pelayanan Dasar, Pelayanan Pra-Konseling, dan kegiatan belajar yang menyenangkan.

















BAB II
PEMABAHASAN
A.   Pelayanan Dasar
1. Pengertian
Pelayanan Dasar adalah salah satu komponen program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Komprehensif, yang saat ini dikembangkan di Indonesia.  Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya.
Di Amerika Serikat sendiri, istilah pelayanan dasar ini lebih populer dengan sebutan kurikulum bimbingan (guidance curriculum). Tidak jauh berbeda dengan pelayanan dasar, kurikulum bimbingan ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu dalam diri siswa yang tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangannya (Bowers & Hatch dalam Fathur Rahman)
Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman terstruktur yang disebutkan.
2. Tujuan Pelayanan dasar
Pelayanan dasar bertujuan untuk membantu semua konseli agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
3. Fokus Pengembangan Pelayanan dasar
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan:
1.      self-esteem
2.      motivasi berprestasi
3.      keterampilan pengambilan keputusan
4.      keterampilan pemecahan masalah
5.      keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi
6.      penyadaran keragaman budaya, dan
7.      perilaku bertanggung jawab.
4. Strategi Pelaksanaan Pelayanan dasar
  • Bimbingan Kelas; Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).
  • Pelayanan Orientasi; Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah.
  • Pelayanan Informasi; Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet).
  • Bimbingan Kelompok; Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.
  • Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi); Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.

B.   Pelayanan Pra-Konseling
Prakonseling adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan konseling, sebelum kegiatan konseling itu sendiri dilaksanakan. Persiapan ini hendaknya mencakup persiapan untuk konseli, persiapan yang berhubungan dengan konselor selaku helper, dan persiapan fisik serta lingkungan di mana konseling akan dilaksanakan.
Prakonseling termasuk teknik dasar yang harus dilakukan oleh konselor, karena dengan adanya persiapan yang matang baik dari segi konselor, konseli, maupun lingkungan, akan mendorong terjadinya proses konseling yang kondusif, dan mempermudah tercapainya tujuan konseling.








No.
Indikator Teknik Dasar Komunikasi (TDK)
Hal-hal yang harus dilakukan oleh konselor untuk setiap indikator TDK
Skala Keberhasilan Pelaksanaan Tindakan
1
2
3
4
PRA KONSELING
a.
Kesiapan Konselor
1) Persiapan Fisik
a)
Menunjukkan penampilan diri yang rapi, tidak bertentangan dengan nilai yang berlaku dengan tempat di mana konseling dilaksanakan.




b)
Menunjukkan wajah yang segar dan tidak terlihat lelah.




c)
Menjaga kebersihan diri, minimal supaya tidak bau badan sehingga konseli merasa nyaman.




Persiapan Psikologis
a)
Menjernihkan pikiran untuk konsentrasi penuh saat konseling, misalnya dengan menyingkirkan pikiran-pikiran negatif.




b)
Mencegah diri supaya tidak melamun saat akan melakukan konseling.




c)
Mempersiapkan mental dan kekuatan energi untuk mendengarkan apapun cerita konseli.




d)
Meningkatkan minat dan motivasi untuk membantu konseli.




b.`
Persiapan instrumen pelaksanaan konseling
1) Persiapan instrumen pendukung kegiatan konseling inti
a)
1.      Mempersiapkan alat perekam untuk konseling (misalnya : recorder, kamera digital, alat perekam lainnya).




b)
Mempersiapkan alat tulis jika sewaktu-waktu diperlukan untuk pembuatan kontrak konseling.




c)
2.      Mempersiapkan tissue untuk mengantisipasi konseli menangis.




d)
3.      Mempersiapkan stopwatch atau jam tangan untuk mengukur waktu pelaksanaan konseling.




e)
Me-non aktifkan telepon seluler / handphone saat memulai proses konseling untuk menghindari adanya gangguan selama konseling berlangsung.




2) Persiapan media Bimbingan dan Konseling
a)
Mempersiapkan bahan-bahan informasional jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konseli (brosur, buku-buku penunjang, dll).




b)
Mempersiapkan media layanan, misalnya format self-help, modul, alat tes, dll.




c.
Setting tempat pelaksanaan konseling
1) Memilih tempat pelaksanaan konseling yang aman dan nyaman bagi konseli.
a)
Memilih tempat pelaksanaan konseling yang tertutup.




b)
Menata dekorasi ruangan tempat konseling, misalnya mengatur hiasan supaya tidak terlalu ramai dan menata penerangan supaya tidak terlalu terang atau sebaliknya.




2) Memilih posisi duduk yang nyaman dan mendukung selama proses konseling.
a)
1.      Mempersilakan konseli untuk memilih di mana dia ingin duduk, untuk menciptakan kenyamanan pada diri konseli.




b)
2.      Menangkap kesan nonverbal dari posisi duduk yang dipilih oleh konseli (setiap posisi duduk memiliki arti tersendiri yang secara tersirat menggambarkan karakteristik konseli dan masalah yang dialaminya).




c)
3.      Mengatur posisi duduk membentuk sudut 90-120 derajat antara konselor dan konseli (posisi duduk yang lurus antara konselor dan konseli memberikan kesan terlalu formal).




e)
5.      Mengatur jarak duduk, yaitu antara 75-100  cm antara konselor dengan konseli, dengan tujuan untuk menggambarkan keakraban.






f)
6.      Mencegah adanya pembatas antara konselor dan konseli, misalnya meja, bangku, atau benda-benda yang lain sehingga tidak menghalangi konselor untuk melakukan pengamatan terhadap gerak-gerik konseli, termasuk gerak-gerik nonverbal yang ditunjukkannya.






g)
1.      Menjaga postur tubuh, condong ke arah konseli untuk mengisyaratkan perhatian.






h)
4.      Menjaga kedinamisan posisi duduk, tidak terlalu kaku dengan posisi condong ke depan, tidak pula terlalu banyak mengubah-ubah posisi duduk.






i)
5.      Mengarahkan kontak mata pada konseli untuk mengisyaratkan perhatian, namun tidak melotot dan terus-terusan menatap konseli untuk menghindari konseli salah tingkah dan ketakutan.






C.   Kegiatan Belajar yang Menyenangkan
Salah satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelas. Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa. Beberapa tips yang dapat menjadi panduan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan:
1.      Ciptakan iklim yang nyaman buat anak didik Anda
Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.
2.      Dengarkan dengan serius setiap komentar atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.
Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3.      Jangan ragu memberikan pujian kepada siswa
Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.
4.      Beri pertanyaan yang mudah dijawab
Jika hal di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara.
Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan.
5.      Biarkan siswa mengetahui pelajaran sebelum kelas dimulai
Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".
6.      Controlling
Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
7.      Pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM.
Sebagai seorang kreator proses belajar mengajar, seharusnya guru mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minat, bakat, serta mengekspresikan ide-ide dan kreatifitasnya. Tapi pada kenyataanya masih banyak pembelajaran yang cenderung bersifat teoritis dan tidak terkait dengan lingkungan siswa berada.
Kondisi seperti ini menyebabkan peserta didik ( siswa ) jenuh dan tidak betah di kelas. Agar tugas guru dalam KBM menjadi maksimal. Siswa merasa nyaman dan senang ketika pembelajaran berlangsung, maka guru harus pandai meramu KBM tersebut.
PAIKEM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang bisa membuat suasana di kelas menjadi asyik dan efektif. PAIKEM singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan.
·         Aktif dimaksudkan dalam pembelajaran guru garus menciptakan suasana yanga membuat siswa aktif bertanya serta mengemukakan pendapat.
Peran aktif siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi kretif yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain.
·         Inovatif, guru harus mampu membuat perubahan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode, sehingga siswa merasa enjoy belajar.
·         Kreatif, juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.
·         Menyenangkan tentu saja suasana belajar mengajar yang menyenangkan.
Dengan pendekatan PAIKEM diharapkan siswa dapat memusatkan perhatian secara penuh pada waktu belajar. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Secara garis besar PAIKEM bisa digambarkan sebagai berikut, Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkit semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagi sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa.
8.       Mengajar menggunakan bahasa cinta
Untuk membuat suasana belajar dikelas menyenangkan dan menarik minat siswa untuk belajar lebih giat, maka guru harus dapat menciptakan hubungan yang harmonis dengan siswa. Karena siswa itu sendiri sebagai manusia yang memiliki rasa cinta jangan sampai membuat julukan negatif pada seorang guru gara-gara selalu marah dan berteriak
Bahasa cinta merupakan salah satu kunci sukses bagi semua guru untuk membangun sebuah hubungan yang indah dengan siswa agar tercipta suasana menyenangkan. Seorang guru dapat membangun hubungan yang indah dengan siswa jika mau berbuat.
1. Mengakui kesalahan yang pernah dilakukan
Guru adalah sosok yang di kagumi, dihormati, sehingga akan menjadi sangat memalukan baginya untuk mengakui kesalahan yang mungkin telah di perbuat kepada para siswanya. Kewibawaan seorang guru akan terlihat dari apa yang telah ia lakukan. Sikap mengakui kesalahan dan mau minta maaf menunjukkan kebersihan hati seseorang .
2. Pujian untuk meningkatkan motivasi belajar
Jangan pelit memberi pujian kepada siswa atas keberhasilan yang di capai. Setiap usaha yang telah dia lakukan dalam pembelajaran tenyata mampu meningkatkan motivasi belajar dengan memberi pujian berarti seorang guru sedang menumbuhkan kepercayaan diri pada siswanya.
3. Memberi kesempatan berfikir kreatif
Menanyakan dan memberikan pilihan kepada siswa dalam proses pembelajaran akan membuat siswa berlatih mengambil keputusam sendiri tanpa ada paksaan. Siswa akan terdidik untuk berpikir kreatif dalam mencari pemecahan suatu masalah.
4. Mau menghargai orang lain
Kata terimah kasih merupakan ungkapan yang bermakna luas, ketika seorang siswa mampu mengatakan terimah kasih baik kepada teman atau gurunya berarti dia memiliki kepekaan bahwa apa apa yang telah berhasil ia dapatkan bukan semata-mata kehebatanya sendiri melainkan ada orang lain yang turut membantu. Dari sinilah siswa dapat belajar untuk menyadari bahwa bekerja sama merupakan hal yang sangat baik untuk di lakukan.
Dengan bahasa cinta, hubungan yang kaku antara guru dan murid sudah saatnya di ubah menjadi hubungan yang harmonis penuh kasih sayang. Dengan demikian akan mencetak calon-calon generasi yang unggul di masa mendatang.
Selain itu, keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai dan siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Siswa tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya. Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik yang lain. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik. Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar di atas harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis, misalnya melalui pembelajaran mikro.
Seluruh sekolah yang bertaraf nasional dan internasional, jumlah siswa dibatasi dalam setiap kelas maksimal 32 siswa. Hal ini ditetapkan agar guru bisa lebih mudah memberikan pelajaran dengan baik dan siswa juga akan mudah menangkap yang nantinya akan mendapatkan hasil yang baik pula. Selain itu juga bagian sarana dan prasarana disekolah akan lebih mudah menyediakan alat praktikum sesuai dengan jumlah siswa seperti komputer, alat praktik IPA, peralatan olahraga, labor bahasa dan lain-lain. Dan juga guru menyampaikan materi pembelajaran dikelas dengan menggunakan alat multimedia. Bagi guru yang kreatif mereka membuat animasi karikatur dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh. Bagian kurikulum juga harus memikirkan bagaimana agar siswa  juga dapat menerima pembelajaran dengan baik dengan cara menyusun jadwal pelajaran dengan rapi. Dalam satu hari siswa jangan diberikan pelajaran yang berumus, harus diselingi dengan mata pelajaran yang lainnya.

D.    Peran Guru dan Orang Tua dalam Menciptakan suasana Belajar yang Menyenangkan
Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati. Ini diperoleh melalui perlakukan guru dan orang tua melalui dorongan dan motivasi mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh siswa dalam belajar adalah rasa percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa percaya diri mereka.. Dari pengalaman hidup, kita sering menemukan begitu banyak anak yang ragu-ragu atas apa yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu didorong dan diberi semangat lewat kata – kata dan perlakuan.
Jika anak merasa kurang percaya diri, maka anak perlu dibantu. Coba menemukan hal hal positif pada dirinya dan pujilah dia agar rasa percaya dirinya bisa datang. Komentar -komentar positif dapat membangkitkan percaya diri mereka. Orang belajar memang tergantung pada faktor fisik (suasana lingkungan), faktor emosional (suasana hati) dan faktor sosiologi atau lingkungan teman, guru, orang tua dan budaya sekitar. Rasa senang dalam belajar dapat tercipta jika terjalin keakraban antara guru dan siswa. Keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai, lebih bisa mengungkapkan idenya sehingga lebih kreatif, anak akan lebih termotivasi ikut belajar sehingga siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Anak tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya.
Menciptakan suasana akrab dengan siswa bukanlah hal yang sulit. Guru perlu menciptakan suasana bahwa pada saat belajar, guru dan siswa sedang belajar. Bahwa pada saat itu mereka juga didengar ide, pendapat dan kreatifitasnya, guru akan menjadi pengarah dan fasilitator mereka dalam belajar. Dan guru perlu bersikap adil terhadap siapapun, artinya siswa perlu diperhatikan sesuai porsinya. Misalnya anak yang pintar perlu diarahkan untuk lebih memperhatikan temannya yang kurang pintar. Anak yang nakal perlu diaktifkan untuk lebih berperan dalam proses belajar misalnya dengan menunjuk anak tersebut untuk membantu menertibkan teman – temannya. Guru menegur dan marah juga harus pada tempatnya dan ada alasannya. Dan salah satu cara untuk menciptakan suasana akrab dengan anak adalah berusaha untuk mengenal mereka satu persatu.
Senyum guru juga merupakan salah satu penyemangat belajar bagi siswa. Cukup banyak ruang kelas  proses belajar mengajarnya kurang dihiasi oleh senyum tulus guru. Kecuali senyum jengkel yang akan membuat kelas dan sekolah kehilangan rasa senang. Apa lagi kalau sekolah/ kelas juga selalu diguyur oleh tindakan  menekan, tindakan  mengancam dan tindakan meremehkan pribadi siswa, dimana pada akhirnya siswa menjadi malas, masa bodoh dan tidak punya kreativitas sama sekali. Guru yang cuma mengejar target kurikulum, sekedar tugas mengajar, dan mengabaikan perasaan anak didik akan membuat guru tersebut (juga mata pelajarannya) menjadi sangat tidak menarik, kreatifitas anak didik akan tidak berkembang.
Lingkungan belajar melibatkan orang-orang, perilaku, gagasan, dan suasana hati. Untuk memaksimalkan dorongan alamiah dalam diri anak, lingkungan belajarnya harus memenuhi beberapa persyaratan. Anak membutuhkan lingkungan yang menanggapi perilakunya. Lebih cepat dan lebih konsisten tanggapan yang diberikan kepadanya, maka lebih cepat ia akan belajar. Persyaratan utama yang lain adalah kebebasan. Anak merasa tidak aman bila tidak ada batasannya. Dengan memberikan batasan tertentu, anak cukup leluasa untuk menyelidiki. Untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada anak anda dan kemampuan untuk mengambil inisiatif, berikan dia kesempatan untuk memilih apa yang anda berdua ingin lakukan atau pelajari.



















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Jadi kita sebagai seorang guru yang kreatif harus memahami dan mengerti akan latar belakang siswa yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat perlu bagi kita untuk mengerti dan memahami tentang pelayanan dasar dan prakonseling. Agar dalam pelaksanaan dan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar karena kita telah memahami karakter masing-masing siswa kita, sehingga dengan demikian suasana belajar yang menyenangkan juga dapat kita ciptakan. Dengan berlandaskan kita mengerti dan memahami karakter anak masing-masing yang hakikatnya belajar itu tidak bias dipaksakan. Tetapi setidaknya kita dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta didik, agar minatnya dalam belajar baik dan dapat berkembang.

B.     Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan  penulis atas partisipasi para pembaca, agar sekiranya mau memberikan kritik dan saran yang sehat dan bersifat membangun demi kemajuan penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah manusia biasa yang pastinya memiliki kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari pembaca,  penulis bisa mengkoreksi diri dan menjadikan makalah ke depan menjadi makalah yang lebih baik lagi dan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi kita semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS